Monolog: Sendal jepit
Cantigi Bandung Indonesia:
Monolog: Sendal jepit

Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
yang berusaha selalu menapak
bumi dalam segala hal.
Yang bisa dipakai kemana saja.
Ke mesjid, mal, warung pinggir
jalan, nonton, atau bahkan
sekedar buat nongkrong di
Shinjuku Park.
Jika sebuah goresan meresahkan
pantovel…,
gesekan dengan tanah, kerikil,
aspal, bahkan pecahan beling
sekalipun adalah sesuatu yang
biasa bagi sebuah sendal jepit.

Melihat Venus saat malam menjemput semburat jingga lazuardi,
sangat memberikan kenikmatan tersendiri baginya,
(kala yang lain berlomba menggapai rembulan sang pemberi
mimpi indah).
Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
yang hanya melayani tuan pemilik, kemanapun ia ingin pergi,
apapun yang ia inginkan.
Begitu banyak kondisi tapak yang sudah diperkenalkan padanya
secara perlahan bahkan tiba-tiba.
Terkadang…,
Jelas terbentang tujuannya, tapi, lebih sering merupakan misteri
pekat tak terjawab. Ingin rasanya seperti mereka, melayang
kepelukan sang rembulan, walau tak pernah tergapai.
Dan ia mengerti, tak semua pertanyaan memerlukan jawaban,
ketika logika dan nalar tak mampu menjangkau..
Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
yang akhirnya lebih memilih menapak tanah, mengikuti perintah
sang pemilik.
Apapun yang tergariskan…
Yang terus mencoba beramal ilmiah dan berilmu amaliah.
Tak pernah lelah mencoba lebih berguna walaupun karet dan
warna habis tergesek. Kesepian abadi dalam pengembaraan
menjadi temannya paling akrab. Terlalu jauh sudah ia melangkah
mengikuti sang pemilik dalam pengembaraan tanpa batas,
hingga tersadar tak seorangpun menemaninya…
Saat ini ia hanya bisa diam, sementara semburat jingga mulai
berpendar, berputar perlahan menyusup ke dalam sisa karet dan
warnanya yang kusam.
Walau terbunuh sepi, ia tak pernah berhenti berharap, menanti
seseorang yang akan ia jadikan teman untuk menikmati garis
lazuardi menjemput fajar di batas horison alexandria.
Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
yang punya keinginan menjadi berguna, walau hanya untuk
menjadi sebuah mainan bagi anak kecil, yang ia harapkan tertawa
polos tanpa dosa.
Agar sang fajar ikut tersenyum, memberikan sedikit sinar untuk
karet dan warna kusamnya.
Ia hanyalah sebuah sendal jepit,
Dan ia tak pernah menyesal tercipta sebagai sebuah sendal jepit,
ia mengerti dan harus siap ketika mengembalikan titipan denyut
nadi pada sang penguasa elemen bumi dan langit.
karena saat ia berjabat erat dengan sang pemilik nafas…,
ia telah tahu ada arsy tertanam erat dalam jiwa dan ruhnya.

Gede-Pangrango, 11 September 2002
[cantigi™]













sehat selalu yaaaaaaaa
happy belated birthday
So deeply.. pfhh..
Happy b’day to U.. i dont say anything.. just pray for ur healthnes.. ur happyness.. and make ur wish.. come true..
Keep down to earth.. Get well so on.. May almighty Godbless U..
I pray for u deep in my heart… ~.~
Hari ini tepat jam sembilan nyampe kantor tiba2 ada alert di HP, ternyata setingan ponakan gw buat ngingetin sesuatu. Alertnya keduluan sama telpku kmrn.
Masing-masing orang mengambil peranannya di dunia, kalo dia berhasil memerankan diri dengan apik tentu akan selalu ada reward untuknya, apalagi kalo dia mampu membuat progress maka peranan yang lalu akan selalu mengingatkannya untuk berlaku bijak terutama kepada orang lain.
“Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum sampai kaum itu mau melakukan perubahan”.
Gw rasa kamu mampu membuat progress itu. H’py B’day.
Ow ada yg bertdey,
berarti semakin berkurang nih umur,
“semoga Allah SWT ,selalu memberikan yang terbaik buat kamu Deny Pradana”
*Nglirak-nglirik….
Lho ada yang ulang tahun, ya ?
Bahkan high heels pun kalah populer ama sandal jepit…
walaopun sederhana, tapi ia yang selalu melindungi kaki kita dalam melangkah …
membaca tulisan ini seperti diingatkan dengan tulisan-tulisan Toni Irfan Herlambang yang dibukukan itu.. KEKUATAN CINTA –> jadi sangat layak untuk dikumpulkan
ntar deh tak kumpulin
ini contohnya:
http://www.mail-archive.com/rantau-net@rantaunet.com/msg08311.html
http://veysite.wordpress.com/2008/05/17/motivasi/
http://harukaaya.multiply.com/journal/item/14/Kekuatan_Cinta_Irfan_Toni_Herlambang_
oke deh selamat berkarya
..ah.. filosofi sandal jepit, yg terbiasa terjepit karena menggunakannya memang dijepit..
waaa…ultah yaa mas?? kapan?? kapan?? kapan?? *bingung bingung bingung penasaraan* hueheh…
met ultah ya mas…
semoga.. semoga.. semoga… dan semoga.. Allah selalu memberikan yg terbaik bagimu ^_^
saya malah lebih milih sendal jepit dari pada high heels. scara, high heels bikin kaki penyok dan kedutan. kalo sendal jepit nyaman dan bs dibeli dimana aja termasuk diwarung2 kecil hehe
sandal jepit. memakainya tak pernah meninggalkan beban.. sesukanya berjalan. kena batupun tak masalah. beda dengan high heels, perlu ekstra hati2 untuk berjalan.
tapi sayangnya, status sosial sandal jepit tetaplah sebuah sandal. ia begitu dianggap suci sehingga dilarang masuk diskotek
plus juga dianggap ga pantes ketika dibawa ke keramaian pesta…
met ulang tahun….lagi sedih nih..
wah sandal jepit itu kebutuhan primer saya.
tiada hari tanpanya.
^hehe, jd malyu
naek gununggggggg….
mauuuuuuu…
*kapan yah??*
gila broth, keren kata2nya
btw, abis naik gunung yah ? kok gag diupload poto2nya ?
sebuah monolog yang reflektif dan mencerahkan, mas. betapa sifat qonaah dan kebersahajaan mulai langka di negeri ini. agaknya dibutuhkan banyak figur seperti sandal jepit yang sederhana dan tak pernah banyak tingkah, haks…
tapi klo sandal jepit di kostku cepat raib, jadi klo beli sandal jepit diusahakan yang bercorak and nggak mudah ketukar!
mana sandal jepitku?
eh, bercanda
sendal jepit dilarang masuk..
he..he
Happy betday..
Monologue yang luar biasa
sebuah cerminan kesederhanaan dan kepasrahan.
btw, siapa yg ultah? met ultah ya..
photonya keren ^^
wah..nama saya disebut-sebut, jadi terharu * hiks *
hah ULANG TAHUN ? SIAPA ???
yang habis nulis ttg sendal jepit ini ya ?
selamat buat yang ulangtahun.
,
hmm…ditunggu makan2nya
semoga sehat dan bahagian selalu
ah saya jd ingat sandal jepit kesayangan saya hilang di mushola … jadilah saya pulang tanpa alas kaki
waaaww… telats
semangat ulang tahun ajah deh
kadonya mau yang merk apa neh skandal jepitnya
ulang tahun bro?
semoga sisa umurnya penuh berkah dan amal sholeh.
sendal jepit bisa di bikin “dalem” ya
wah, jadi ingat waktu mendaki puncak Gede…., hutan gunung yang lengang, jejak kaki yang melangkah cepat dan cenderung merosot saat turun. dan semangat yang tiba-tiba muncul setiap kali mencapai puncak…
kadang kesendirian itu memang indah. sendiri di kegelapan, sendiri di hutan, sendiri di gunung… adalah kesendirian yang indah…
monologue yang indah…
emang nasibnya sandal jepit kali ya?
Wah ultah ya? selamat2… semoga panjang umur…
sandal jepit ……keinget dah lama ndak pakai sandal jepit
setuju dg sifat ‘melayani’ sandal jepit, tapi gak setuju dg sifat ‘pasrahnya’. misalkan sandal jepit itu adl kita, maka ada kalanya sandal jepit juga harus berusaha menjadi lebih dr sekedar sandal jepit, apalagi jika si sandal jepit punya kemampuan dan kesempatan utk itu
peran kita di dunia bisa diperluas. dg makin luasnya peran ini maka makin banyak yg bisa disumbangkan bagi sekeliling dan negara
tapi itu teori saya doang, sebab jujur saya juga belum berbuat yg berarti utk sekeliling dan negara
kamu ultah ya? met ultah, panjang umur, sehat selalu
bilakah sendal jepit itu masuk surga?
sebab faktanya ia lebih sering ke musholla… ketimbang ke keramaian kota..
berbahagialah engkau sendal jepit
———–
ultah yaa? .. semoga sehat selalu dan senantiasa ada dalam lindunganNYA. Amin
sendal jepit qu kok sering ilang ya..
bagus gitu ya…. kok bisa sih nulis bagus
sesuatu yang meski kecil, tp mencoba berguna, meski sering terlupakan
dan diri ini adalah sandal jepit itu. yang lebih sering membelot dari perintah Tuannya. dan asyik berkelana sendiri. tiada segera sadar bahwa kita adalah milik-Nya, dan akan kembali kepadaNya dalam waktu yang tidak disangka-sangka.
“happy birthday, sir!”
good luck for you
Sayang, kl di kampus saya, sandal jepit DILARANG MASUK!
sandal jepit sandal swallow
saya pamit mo blogwalking duluw
^_^
Hanya tentang sandal jepit, tapi bisa diceritakan panjang lebar seperti ini ya?
Hebat nih.
Sandal jepit paling setia menemani tuannya saat suka dan duka. Saat sehat dan sakit. sandal jepit paling pas untuk kaki yang baru terkilir, karena lebih leluasa untuk melangkah. Sandal jepit lambang egaliter, kalau hilang tidak perlu dicemaskan, seperti milik kita yang lain. Hidup sandal kjepit !!
yah..sandaal jepiiittt…sandal jepittt…
cuma 10 ribu…. stok terbataasss…
“just kidding”
Maaf,
Aku bukan sepasang sendal jepit
yang hanya mampu pasrah dan menyerah
yang bahkan untuk sekadar memperbaiki diri pun ia tak mampu
Aku berusaha menerima cobaan kerikil dan ujian beling kehidupan
bukan dengan diam..
—————–
Tapi yang saya suka dari sendal jepit Kang,
klo udah putus ato ga kepake, masih bisa didaur ulang jadi maenan ato apa aja
jadi ‘mati’nya pun masih berdaya guna…
Keren abizz tulisannya..
saya suka banget neh dengan gaya bahasa sederhana tapi bermakna
Daleeeemmmm banget kata-katanya. Ada bakat jadi filosofis
Ngomongin sandal jepit… Saya lebih suka sandal jepit dari pada slop lebih mudah pakainya
Dari zaman dulu, hingga sekarang sandal jepit akan tetap seperti itu, btw lagi ultah ya? Aduh met ultah ja.., semoga tetap menjadi orang baik dan sehat selalu..
ooo.. ada yang ulang tahun ya.. maaf telat ngucapin selamatnya. tapi gak apa apa kan?
kalau ingat g.pangrango,ingat waktu thn 90an,saat mendakinya dgn teman2 waktu itu
saya pernah tuh menyusuri daerah pengabdian masyarakat di sebuah lereng gunung di kendal Jawa Tengah, ga betah pake sendal gunung, sela-sela jari kaki sakit
, akhirnya tukeran sendal sama temen, dituker sama sendal jepit, malah nyaman 
pantesan orang jaman dulu lebih suka ga pake alas kaki, rupanya pake alas kaki malah sakit ya
eh nggak juga loh, setahu saya di saudi pamor sandal jepit lebih moncer dibanding sepatu: ke masjid pke sandal jepit, ke mall pke sandal jepit, ke kantor juga pke sandal jepit, bahkan ke pabrik yg mestinya wajib pake shoes tetp aja pke sandal jepit…
salam 4all
Kapan mo ke Gn Gede pake sendal lagi Om ?
Milih sandal jepitnya yg bagus mas, biar gak gampang kepleset
Mas abis ultah ya?? maap baru tau aku, ehehehe…
Met ultah aja deh, semoga selalu diberi kesuksesan dan kebahagiaan oleh Allah SWT.
Amiin…
hm… jadi sandal jepit itu emang kasihan ya… gimana klo becek2.. mn ujan g ada ojek.. beceeeekkkk…
sendal jepit yah…,
pernah ada yang kehilangan sendal jepit sampai dua kali dalam satu minggu loh
ditempat yang sama pula…, pas ramadhan lagi
memang sendal jepit statusnya di mata banyak orang seperti “benci tapi rindu”
“Ia hanya sandal jepit, dan tak pernah menyesal tercipta sbg sandal jepit”
yap yap yapz
harusnya aku mencontoh sandal jepit yang ikhlas mencintai dirinya apa adanya
@_@
kenapa pilih sandal jepit? Koq gak sandal kayu?
Hihihi,
pertanyaan yang tak perlu dijawab ~_~
bagus skali
Lebih baik telat dari pada ga’ sama sekali ^^
waktu aku mundurin kembali MET ULTAH -> 11 september
qt sama2 jd ky sendal jepit bang.. melayani sang tuan pemilik (my Robb) ^^