Cantigi Bandung Indonesia:
Opinion: Hai.. calon wakil rakyat
spacer

Saya mahfum.
Saya mengerti betapa hebohnya pesta
demokrasi yang akan digelar di republik ini,
sebentar lagi.
Saya jelas paham, betapa luar biasa besarnya
biaya untuk promosi atau kampanye program
dengan kalimat yang kalian ulang-ulang dari
periode ke periode.
spacer
Saya juga tahu betapa hebat kata & kalimat dari pembungkus
-baca: partai- kalian. Entah itu yang kalian sebut dengan
tujuan, visi atau misi antah berantah.

Tolong maafkan saya jika hal-hal tersebut di atas masih membuat
perut mual, dan semua urat kognitif saya menjadi skeptis saat
kondisi seperti ini harus saya lihat, baca dan dengar tiap 4 tahun
sekali. Atau bahkan.., hampir tiap saat mungkin…

Saya mengerti proses tingkat kesulitan pada birokrasi
pemerintahan.
Tapi, tidak bisakah? sekali saja…
Saya ingin agar 2 sektor vital, pendidikan gratis 12 tahun dan
kesehatan gratis untuk rakyat Indonesia. Bener-bener gratis tanpa
syarat. Cuma itu. Tolong realisasikan ya. Engga susah kan..?!
Segampang saat kalian jual beli kasus di tempat payung
keadilan negeri ini dengan nominal yang cukup mencengangkan
saya…

Kalaupun “sangat” sulit, mari kita klasifikasikan pada mereka yang
tidak mampu saja, -inipun hanya, jika, kalian anggap permintaan
ini mustahil direalisasikan-. Yaaa, seperti yang lalu, jangan pakai
lagi argumen basi kalian tiap ditanya rakyat lah..

Sudah bukan jamannya lagi kalian bersembunyi di belakang
bendera itu. Saya tahu metoda pendekatan jor-jor_an kalian
pada rakyat, juga realitas setelahnya.
Setiap waktu rakyat Indonesia makin cerdas, ingat itu baik-baik.
Mereka sudah bisa mencerna sekaligus menganalisis
perkembangan yang terjadi. Dan mereka bisa memilah pilih.

Saya tidak tahu, apakah ada salah satu dari ratusan calon wakil
rakyat hebat ini yang mampu berjanji sekaligus menepatinya.
Hanya sang pemberi nafas yang tahu, apa sesungguhnya tujuan
mereka menjadi wakil rakyat.
Pertanggung-jawabkan itu nanti ya.. horisontal vertikal.
Cuma itu keinginan saya…
spacer

maaf, saya “terpaksa” kesel..
support IBSN, hopefully useful, enjoy.. coffesmile
[cantigi™]

39 Responses to “Opinion: Hai.. calon wakil rakyat”

  1. isfiya Says:

    That is why, kenapa dulu aku lebih memilih menjadi karyawan swasta, karena idem dito. Wakil rakyat, dua sisi sama tajam mengarah ke Atas dan kesamping, memang perlu pertanggungjawaban yang sangat berat.
    Untuk pendidikan gratis 12 th dan gratis biaya kesehatan utk rakyat miskin sudah dilaksanakan, cuman memang masih ada embel2 ini itu.
    Birokrasi masih sulit – right, but Thank’s God aku sering tidak melalui kesulitan (salah satu rejeki aku aja).

    *menghela nafas*

  2. kidungjingga Says:

    ngeteh aja yuk kang… sambil liat sandiwara politik dimainkan…

    *sibuk nyari teh*

  3. gbaiquni Says:

    mending gini kan kang…,
    rasa kesalnya dituangkan dalam bentuk sebuah blog…,
    bisa lebih terkontrol…,
    coba kalo teriak-teriak di jalanan…? cape.. :(

    sip …! ngeteh dulu aja…, atau mw teh dg racikan baru…, silahkan berkunjung ke duniatanpabatasruang saya.. hihihi… :)

    mending ngopi bareng2 ya.. :mrgreen:

  4. heri Says:

    ah jadi ingat pengalaman di Rumah sakit kemarin… sedih deh,,,… ntar aja tak buat postingan khusus tentang betapa negeri ini perlu orang yang benar-benar peduli dengan rakyat kecil

    *narik nafas panjang*

  5. Y Says:

    diluar negeri sama aja kali ya.,

    jerman banyak yg gratis kok.. ^_^

  6. Didien® Says:

    “sebenarnya” masyarakat Indonesia sudah mulai kritis dlm menyikapi janji² para elit…
    Elit² yg jor²an janjinya dlm kampanye itu tidak lain hanyalah orang yg ingin mencari kekayaan belaka… bila terpilih smua TIDAK BERANI merealisasikan janji manisnya…….!!!! :sad:
    (sedikit bekerja banyak bicara, sedikit berkarya banyak mencela, sedikit berkreasi banyak korupsi) tanyaken apa? :roll:

    tuuhh kan.. ternyata banyak yg kesel juga ya.. :mrgreen:

  7. AL Says:

    Saya memank tidak tau menahu tentang demokrasi… yang jelas jika pemerintah masih terus menerus mengulangi semua masalah dihari lalu… gmn nasib negara kita jika pemerintah tidak mw merubah peraturan yang ada… malahn pemerintah hanya terus berjanji, seperti pada masa pemerintahan suharto hingga terjadi kasus demo yang menelan korban hingga ratusan orang…

    yep.. itu dia. kok realisasi janji itu susah bgt, tp kalo urusan yg lain… :mrgreen:


  8. Saya masih percaya perubahan itu masih bisa terjadi kang ryu… mari kita beri 1 kali kesempatan lagi buat orang2 baru… semoga mereka membawa perubahan yang berarti buat negeri ini… amin ya Allah…

    semoga perubahan itu nyata. amin.. ^_^

  9. masDan Says:

    Saya Setujuh, Pendidikan Gratis 12 Tahun, dan Kesehatan Gratis… Kalo tercapai …. Wah ….

    rakyat indonesia bakalan makin cerdas dan sehat.. ^_^

  10. zamilionaire Says:

    Semoga menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya dan bukan musuh rakyat

    ya, kita semua berharap ini bukan kamuflase mereka yg mengkonversi ajang politik menjadi industri bisnis. semoga..

  11. uchielz Says:

    hidup.. hidup.. maju susah mundur susah, saya hanya bisa berdoa aja deh demi kemajuan bangsa ini baik dari semua sektor.
    hanya untuk bahan renungan ja ni…
    harus yang seperti apa sih sebenarnya pemimpin indonesia ???

    perlu belajar dari -salah satunya- khalifah Ummar mungkin ya.. ^_^

  12. kidungjingga Says:

    ehm… biasanya dikomporin orang yah kang…
    kali ini kayanya berhasil ngomporin orang…deh :D

    hiking bari ngopi geunah jigana mah ceu.. :mrgreen:

  13. Rozy Says:

    Mari kita sama-sama berdo’a Semoga Allah SWT anugerahkan bangsa Indonesia seorang pemimpin yg amanah yg peduli dengan rakyatnya dan masa depan penerus dan akhlak bangsa ini…amin Ya Robb !

    CAMPAIGN: DO NOT STOP TO PRAYING ;)

    amin ya rabbal alamin..


  14. melihat indonesia rasanya memang bikin miris. banyak politikus yang artis dan sisanya bak artis. pandai merangkai kata dan pasang muka manis. padahal beban hidup rakyat sudah sebegitu fantastis.
    akhirnya saya bikin artikel yang isinya jauh dari buah pikiran seorang analis. tapi hanya seorang yang mencoba tetap optimis, walau dengan kumis tipis, dan tanpa tato alis, tapi silakan dicicipi, plis…

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/16/this-is-the-american-crisis-untuk-indonesia-menangis/

    is semua ya.. baiklah.. ^_^

  15. Panda Says:

    wah… berani mas. salut

    2 artikel terakhir di blog panda juga keren.. ^_^

  16. dendy Says:

    Keren mas…
    Kapan lagi, ya gak?

    Hajar.. hajar… :D

    haaa.. pasukan tukang ngomporin orang bertambah satu ini.. :mrgreen:

  17. tuyi Says:

    maju terus gampang mundur….

    :mrgreen:

  18. ahsinmuslim Says:

    tulisan ini mewakili sedikit jeritan dan suara hati masyarakat indonesia melihat kondisi tanah pertiwi di pegang oleh orang-orang yang salah.

    agar tidak salah memilih pemimpin, masyarakat harus dibekali ilmu dan pengetahuan dalam memilih seorang calon wakil rakyat.

    sudah saatnya pemuda bergerak, menyalurkan aspirasinya demi kemajuan bangsa.
    harapan itu masih ada.

    yep. harapan.., satu2nya hal yg engga boleh hilang dalam berkehidupan..

  19. Edi Psw Says:

    Namanya saja pesta demokrasi, tentunya digelar semeriah mungkin hingga mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Namun demikian, dari pandangan kita sebagai rakyat kecil, tindakan menghambur-hamburkan uang itu kurang sesuai dengan hati nurani kita.

    Apakah sekarang indonesia sudah kaya, apakah rakyat tidak ada yang menderita. Bukankan dana sebesar itu lebih baik dialokasikan pada kebutuhan lain yang lebih penting seperti kelaparan dan gizi buruk yang dialami oleh rakyat.

    harusnya calon birokrat itu maen ke blog ini, baca komen mas Edi. jgn pura2 tutup mata, kuping, hati, pikiran, demi materi absurd fana. seneng rasanya msh terus ada yg pengen republik ini menjadi makin baik.. ^_^

  20. jingga Says:

    hehehe….jadi inget fenomena golput :) . yah emang sih klo ngikutin omongan mereka2 itu di tipi hampir semuanya sama.. bumbastis gitu. emang si kenyataan skrg parah banget mas, tapi buat saya pribadi, saya tetep menyimpan harapan semoga indonesia is getting better in the next future :)

    ya, saya juga berharap seperti itu.. ^_^

  21. caknun Says:

    Kepada orang lain mungkin bisa menahan amarah, tapi kepada wakil rakyat sulit untuk tidak marah ya…ha..ha.. Coba Bayangkan uang Rp 100 miliar dari Bank Indonesia yang dijadikan bancakan oleh anggota dewan, dipakai untuk memperbaiki sekolah yang reyot, beli buku, beli peralatan sekolah… wah sudah banyak tuh. Tapi uang sebanyak itu hanya dinikmati segelintir orang. Itu yang ketahuan… yang tidak ketahuan tambah banyak.

    itu dia yg saya maksud! betapa luar biasa bermanfaatnya jika yg pak Husnun maksudkan itu terlaksana.. bener2 keberkahan.. ^_^

  22. hmcahyo Says:

    he-he.. dari pada buat nempelin gambar-gambar pilkada yang habisnya miliran mending buat ngobatin orang sakit di RS pemerintah yang pada terlantar…

    haaaa.. tuuhh kan.. pasti berkah banget.. ^_^

  23. ariefdj™ Says:

    entahlah, kang deni.. sepertinya, kalo sesuatu itu bener2 gratis, kayaknya malah banyak yang belom siap.. gak biasa gitu…. sepertinya emang bukan hal sulit bagi pemerintah untuk membuat gratis pada sektor pendidikan dan kesehatan.. asal tidak banyak terjadi kebocoran anggaran..

    nahhh itu dia masalah lainnya..
    kita pasti bisa nebak, siapa aja “mereka yg engga siap”, kalo bagi saya, yang asumsikan aja engga mampu dalam hal materi, hal ini sungguh berkah luar biasa. berasa kayak, tiba2 pancasila itu menjadi kenyataan..
    *menghela nafas lagi*

  24. kishandono Says:

    terlalu banyak partai dengan kepentingan masing-masing. saya aja bingung dengan banyaknya peserta, janji-janji relatif sama. realisasinya tak ada yang bisa menduga. ‘kalo salah pilih ya besok-besok tidak dipilih lagi’ selalu begitu di tiap pemilihan, jadinya ya hanya jalan di tempat. berdoa saja lah, dan membantu sesama sebisanya.

    ya bener. mari berbagi kebaikan semampu kita. sambil terus berharap semoga ada orang hebat mau melakukan perubahan kebaikan yg revolusioner.. ^_^

  25. cahaya Says:

    *menghela nafas juga*
    tapi misal terealisasi, walaupun gratis ya jangan asal. Setelah gratis pelayanan pendidikan sak-sak’e, pelayanan kesehatan sak geleme dhewe.
    Tidak gratis aja (dapat keringanan) di rmh sakit negeri sering tidak memanusiakan orang sakit kok.
    cek..cek..cek…
    Siip bang untuk opininya, keep pray for our country. :D

    anggap aja ini tantangan buat calon wakil rakyat itu.. :mrgreen:


  26. Dengerin Orkes Sakit Hati nya Slank ajaah.. ~.~

    sambil ngopi, enak kayaknya.. :mrgreen:

  27. emfajar Says:

    binung nih klo soal politik,, ga ada yg bisa dipercaya lg :(

    kalem bro, masih banyak orang baik di negeri ini. pasti ada perubahan ntar.. ^_^


  28. kekesalan yg abang alami merupakan kekesalan yg jujur bukan, kalau bukan abang sebaiknya mentransfer kekesalan itu dengan mengundang kata demi kata agar datang ke tulisan abang. ……..hala! kgk nyambung ya bang?

    maaf.

    salam hangat saja untuk semuanya

    di blog ini baru hanya 2 artikel keluhan, kalo sampe terpublish, artinya saya terpaksa kesel. salam hangat untuk blue juga.. ^_^

  29. ammadis Says:

    Seharusnya mereka malu kalao melihat kenyataan yg ada dgn janji mereka dulu…
    Tapiii…begitulah nyatanya…
    Mudahan Tuhan bisa menegur mereka dgn lemah lembut….

    iya mas, semoga mereka makin baik.. ^_^

  30. alhakim Says:

    Ngomongin DPR ya… Saya juga bingung dengan “tingkah laku” orang DPR (gak semuanya) kenapa janji mereka waktu kampanye banyak yang nggak di tepati? seandainya orang DPR punya rasa malu kayak orang jepang. Pasti kasus-kasus di senayan bisa berkurang.

    itulah mas haris, orientasi mereka amburadul.. :(

  31. hmcahyo Says:

    @ al hakim –> karena orang indonesia gak punya kemaluan [bhs indonesia versi madura untuk kata benda malu] :mrgreen:

    akhirnya dikau nongol juga :D

    komporin lagih, kurang niy.. :mrgreen:


  32. sebuah cita-cita yang sama,
    “pendidikan gratis 12 tahun dan
    kesehatan gratis untuk rakyat Indonesia”

    politik oh politik,
    janji dan janji saja…

    tapi, nasib bangsa ini tak terlepas dari “peran” kita bukan???

    hmm, apa kabar nich? :) :)

    kabar sy baik, makasih.. ^_^
    saya sadar kita ada dalam sistem yg terintegrasi. apatis & skeptis hanyalah akumulasi dari ribuan kekecewaan rakyat, termasuk saya. orientasi kebaikan yg murni bisa berubah saat kita bergabung dg salah satu partai, cukup banyak jebakan di sana, begitu pula saat mereka ditempatkan, jaringan itu makin rumit. akhirnya tampak seperti peperangan individu, partai, dan rakyat yg saling berebut kepentingan. hasilnya bisa ditebak.. ^_^

  33. fahirohim Says:

    kita kan biasa impor
    impor ekonomi
    impor beras
    impor moneter
    impor beras
    dan tak ketinggalan
    impor politik

    keliatan kyk sesuatu yg dipaksain walaupun belum tentu cocok buat kebanyakan orang, tapi tetep ajah dipaksain ya.. ^_^

  34. Tyocikutra Says:

    Pusing liat caleg sekarang… suka aneh aneh :D

    Den, kapan bisa ngobrol lagi :)

    mendekati akhir tahun, semua kerjaan di push semua. ntar kalo nyantai pasti ol.. ^_^ kalo penting bgt telp ajah bro.. :mrgreen:

  35. bisaku Says:

    Pilih yang benar-benar bisa mempelopori kemajuan di negeri, jangan dipilih kalau perlu di beberkan siapa yang hanya bisa menjadi tukang sedot duit pajak dari para masyarakat.

    yep bener itu. ayo laporin ajah.. ^_^

  36. wilin Says:

    2009 saya sudah ikut pemilu…
    muak pula saya liat para “calon presiden & wakil rakyat” yang mengiklankan kan diri mereka di TV…

    tak bisa saya bayangkan seberapa besar budget yang mereka keluarkan hanya untuk sekedar nampang di TV!!!!

    gak pantas wakil rakyat menghambur2kan uang semacam itu..
    sementara di luar sini..

    semoga siapapun presiden yang menduduki istana negara nanti…
    bisa memperbaiki sistim pendidikan yang amburadul dan sudah tercemar oleh uang2 kotor!!!

    SMILE….
    apa kabar saudara???
    semoga Mr.cantigi di sana baik-baik saja…

    istighfar.. sabar.. sabar.. ck.. ck.. ck..
    gw baek2 aja an.. kalem.. :mrgreen:


  37. [...] friend, memories, menulis, pro-kontra, religi, renungan   Membaca postingan Mas Deni tentang para politikus kita jadi ingat pengalaman ketika menjaga ibu di Rumah Sakit. *** “Bi… ngambil uang di ATM, uangnya [...]

  38. Isnuyasha Says:

    ada yang bilang golput itu pengecut (seorang kepala pemerintahan tk. II di daerah saya yang mengatakan itu) *lho*, kenyataanya setiap orang yang memiliki hak suara ikut bertanggungjawab akan tindak-tanduk sang penguasa yang dipilih, secara ekstrimnya “kenapa kamu milih orang yang tidak jelas ujung pangkalnya itu menjadi seorang wakil rakyat ?”, yang sulit saat sekarang ini adalah seorang pemimpin yang amanah menjalankan aspirasi-aspirasi rakyat (seperti yang mas deni ungkapkan diatas), yang hanya mengumbar janji (didaerah saya ada lho mas, yang menjanjikan hal-hal semacam itu, pendidikan gratis bagi yg tidak mampu, serta biaya kesehatan yang diper-ringan hingga 70%), saat belum terpilih dengan semangat mengatakan itu semua, saat sudah terpilih? nonsens, hanya umbar janji semata, tidak amanah…

    ya. memilih atau engga, dua2nya merupakan pilihan juga. kalo baca komen mas isnu, ga salah kayaknya urat skeptis sy makin ngaco ini.. :mrgreen: btw, semoga selalu ada perubahan untuk kebaikan bersama. amin.. ^_^

  39. Isnuyasha Says:

    Ya, optimis, selalu yakin bahwa perubahan menuju yang lebih baik itu selalu terbuka :) .
    Btw, skeptis, rambut klimis, sedikit berkumis… *kabur diam-diam ah* :mrgreen:


Leave a Reply