Opinion: Hai.. calon wakil rakyat
October 16, 2008
Cantigi Bandung Indonesia:
Opinion: Hai.. calon wakil rakyat

Saya mahfum.
Saya mengerti betapa hebohnya pesta
demokrasi yang akan digelar di republik ini,
sebentar lagi.
Saya jelas paham, betapa luar biasa besarnya
biaya untuk promosi atau kampanye program
dengan kalimat yang kalian ulang-ulang dari
periode ke periode.

Saya juga tahu betapa hebat kata & kalimat dari pembungkus
-baca: partai- kalian. Entah itu yang kalian sebut dengan
tujuan, visi atau misi antah berantah.
Tolong maafkan saya jika hal-hal tersebut di atas masih membuat
perut mual, dan semua urat kognitif saya menjadi skeptis saat
kondisi seperti ini harus saya lihat, baca dan dengar tiap 4 tahun
sekali. Atau bahkan.., hampir tiap saat mungkin…
Saya mengerti proses tingkat kesulitan pada birokrasi
pemerintahan.
Tapi, tidak bisakah? sekali saja…
Saya ingin agar 2 sektor vital, pendidikan gratis 12 tahun dan
kesehatan gratis untuk rakyat Indonesia. Bener-bener gratis tanpa
syarat. Cuma itu. Tolong realisasikan ya. Engga susah kan..?!
Segampang saat kalian jual beli kasus di tempat payung
keadilan negeri ini dengan nominal yang cukup mencengangkan
saya…
Kalaupun “sangat” sulit, mari kita klasifikasikan pada mereka yang
tidak mampu saja, -inipun hanya, jika, kalian anggap permintaan
ini mustahil direalisasikan-. Yaaa, seperti yang lalu, jangan pakai
lagi argumen basi kalian tiap ditanya rakyat lah..
Sudah bukan jamannya lagi kalian bersembunyi di belakang
bendera itu. Saya tahu metoda pendekatan jor-jor_an kalian
pada rakyat, juga realitas setelahnya.
Setiap waktu rakyat Indonesia makin cerdas, ingat itu baik-baik.
Mereka sudah bisa mencerna sekaligus menganalisis
perkembangan yang terjadi. Dan mereka bisa memilah pilih.
Saya tidak tahu, apakah ada salah satu dari ratusan calon wakil
rakyat hebat ini yang mampu berjanji sekaligus menepatinya.
Hanya sang pemberi nafas yang tahu, apa sesungguhnya tujuan
mereka menjadi wakil rakyat.
Pertanggung-jawabkan itu nanti ya.. horisontal vertikal.
Cuma itu keinginan saya…

maaf, saya “terpaksa” kesel..
support IBSN, hopefully useful, enjoy.. 
[cantigi™]














October 16, 2008 at 2:45 pm
That is why, kenapa dulu aku lebih memilih menjadi karyawan swasta, karena idem dito. Wakil rakyat, dua sisi sama tajam mengarah ke Atas dan kesamping, memang perlu pertanggungjawaban yang sangat berat.
Untuk pendidikan gratis 12 th dan gratis biaya kesehatan utk rakyat miskin sudah dilaksanakan, cuman memang masih ada embel2 ini itu.
Birokrasi masih sulit – right, but Thank’s God aku sering tidak melalui kesulitan (salah satu rejeki aku aja).
October 16, 2008 at 2:55 pm
ngeteh aja yuk kang… sambil liat sandiwara politik dimainkan…
October 16, 2008 at 3:30 pm
mending gini kan kang…,
rasa kesalnya dituangkan dalam bentuk sebuah blog…,
bisa lebih terkontrol…,
coba kalo teriak-teriak di jalanan…? cape..
sip …! ngeteh dulu aja…, atau mw teh dg racikan baru…, silahkan berkunjung ke duniatanpabatasruang saya.. hihihi…
October 16, 2008 at 3:31 pm
ah jadi ingat pengalaman di Rumah sakit kemarin… sedih deh,,,… ntar aja tak buat postingan khusus tentang betapa negeri ini perlu orang yang benar-benar peduli dengan rakyat kecil
October 16, 2008 at 3:34 pm
diluar negeri sama aja kali ya.,
October 16, 2008 at 3:45 pm
“sebenarnya” masyarakat Indonesia sudah mulai kritis dlm menyikapi janji² para elit…
Elit² yg jor²an janjinya dlm kampanye itu tidak lain hanyalah orang yg ingin mencari kekayaan belaka… bila terpilih smua TIDAK BERANI merealisasikan janji manisnya…….!!!!
(sedikit bekerja banyak bicara, sedikit berkarya banyak mencela, sedikit berkreasi banyak korupsi) tanyaken apa?
October 16, 2008 at 4:11 pm
Saya memank tidak tau menahu tentang demokrasi… yang jelas jika pemerintah masih terus menerus mengulangi semua masalah dihari lalu… gmn nasib negara kita jika pemerintah tidak mw merubah peraturan yang ada… malahn pemerintah hanya terus berjanji, seperti pada masa pemerintahan suharto hingga terjadi kasus demo yang menelan korban hingga ratusan orang…
October 16, 2008 at 4:35 pm
Saya masih percaya perubahan itu masih bisa terjadi kang ryu… mari kita beri 1 kali kesempatan lagi buat orang2 baru… semoga mereka membawa perubahan yang berarti buat negeri ini… amin ya Allah…
October 16, 2008 at 4:50 pm
Saya Setujuh, Pendidikan Gratis 12 Tahun, dan Kesehatan Gratis… Kalo tercapai …. Wah ….
October 16, 2008 at 4:52 pm
Semoga menjadi wakil rakyat yang sesungguhnya dan bukan musuh rakyat
October 16, 2008 at 5:01 pm
hidup.. hidup.. maju susah mundur susah, saya hanya bisa berdoa aja deh demi kemajuan bangsa ini baik dari semua sektor.
hanya untuk bahan renungan ja ni…
harus yang seperti apa sih sebenarnya pemimpin indonesia ???
October 16, 2008 at 5:13 pm
ehm… biasanya dikomporin orang yah kang…
kali ini kayanya berhasil ngomporin orang…deh
October 16, 2008 at 5:33 pm
Mari kita sama-sama berdo’a Semoga Allah SWT anugerahkan bangsa Indonesia seorang pemimpin yg amanah yg peduli dengan rakyatnya dan masa depan penerus dan akhlak bangsa ini…amin Ya Robb !
CAMPAIGN: DO NOT STOP TO PRAYING
October 16, 2008 at 8:13 pm
melihat indonesia rasanya memang bikin miris. banyak politikus yang artis dan sisanya bak artis. pandai merangkai kata dan pasang muka manis. padahal beban hidup rakyat sudah sebegitu fantastis.
akhirnya saya bikin artikel yang isinya jauh dari buah pikiran seorang analis. tapi hanya seorang yang mencoba tetap optimis, walau dengan kumis tipis, dan tanpa tato alis, tapi silakan dicicipi, plis…
http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/16/this-is-the-american-crisis-untuk-indonesia-menangis/
October 16, 2008 at 9:43 pm
wah… berani mas. salut
October 16, 2008 at 9:53 pm
Keren mas…
Kapan lagi, ya gak?
Hajar.. hajar…
October 17, 2008 at 9:07 am
maju terus gampang mundur….
October 17, 2008 at 9:12 am
tulisan ini mewakili sedikit jeritan dan suara hati masyarakat indonesia melihat kondisi tanah pertiwi di pegang oleh orang-orang yang salah.
agar tidak salah memilih pemimpin, masyarakat harus dibekali ilmu dan pengetahuan dalam memilih seorang calon wakil rakyat.
sudah saatnya pemuda bergerak, menyalurkan aspirasinya demi kemajuan bangsa.
harapan itu masih ada.
October 17, 2008 at 10:37 am
Namanya saja pesta demokrasi, tentunya digelar semeriah mungkin hingga mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Namun demikian, dari pandangan kita sebagai rakyat kecil, tindakan menghambur-hamburkan uang itu kurang sesuai dengan hati nurani kita.
Apakah sekarang indonesia sudah kaya, apakah rakyat tidak ada yang menderita. Bukankan dana sebesar itu lebih baik dialokasikan pada kebutuhan lain yang lebih penting seperti kelaparan dan gizi buruk yang dialami oleh rakyat.
October 17, 2008 at 1:18 pm
hehehe….jadi inget fenomena golput
. yah emang sih klo ngikutin omongan mereka2 itu di tipi hampir semuanya sama.. bumbastis gitu. emang si kenyataan skrg parah banget mas, tapi buat saya pribadi, saya tetep menyimpan harapan semoga indonesia is getting better in the next future
October 17, 2008 at 1:59 pm
Kepada orang lain mungkin bisa menahan amarah, tapi kepada wakil rakyat sulit untuk tidak marah ya…ha..ha.. Coba Bayangkan uang Rp 100 miliar dari Bank Indonesia yang dijadikan bancakan oleh anggota dewan, dipakai untuk memperbaiki sekolah yang reyot, beli buku, beli peralatan sekolah… wah sudah banyak tuh. Tapi uang sebanyak itu hanya dinikmati segelintir orang. Itu yang ketahuan… yang tidak ketahuan tambah banyak.
October 17, 2008 at 3:15 pm
he-he.. dari pada buat nempelin gambar-gambar pilkada yang habisnya miliran mending buat ngobatin orang sakit di RS pemerintah yang pada terlantar…
October 17, 2008 at 4:38 pm
entahlah, kang deni.. sepertinya, kalo sesuatu itu bener2 gratis, kayaknya malah banyak yang belom siap.. gak biasa gitu…. sepertinya emang bukan hal sulit bagi pemerintah untuk membuat gratis pada sektor pendidikan dan kesehatan.. asal tidak banyak terjadi kebocoran anggaran..
October 17, 2008 at 8:21 pm
terlalu banyak partai dengan kepentingan masing-masing. saya aja bingung dengan banyaknya peserta, janji-janji relatif sama. realisasinya tak ada yang bisa menduga. ‘kalo salah pilih ya besok-besok tidak dipilih lagi’ selalu begitu di tiap pemilihan, jadinya ya hanya jalan di tempat. berdoa saja lah, dan membantu sesama sebisanya.
October 18, 2008 at 10:43 am
*menghela nafas juga*
tapi misal terealisasi, walaupun gratis ya jangan asal. Setelah gratis pelayanan pendidikan sak-sak’e, pelayanan kesehatan sak geleme dhewe.
Tidak gratis aja (dapat keringanan) di rmh sakit negeri sering tidak memanusiakan orang sakit kok.
cek..cek..cek…
Siip bang untuk opininya, keep pray for our country.
October 18, 2008 at 12:50 pm
Dengerin Orkes Sakit Hati nya Slank ajaah.. ~.~
October 18, 2008 at 2:16 pm
binung nih klo soal politik,, ga ada yg bisa dipercaya lg
October 18, 2008 at 7:37 pm
kekesalan yg abang alami merupakan kekesalan yg jujur bukan, kalau bukan abang sebaiknya mentransfer kekesalan itu dengan mengundang kata demi kata agar datang ke tulisan abang. ……..hala! kgk nyambung ya bang?
maaf.
salam hangat saja untuk semuanya
October 18, 2008 at 9:30 pm
Seharusnya mereka malu kalao melihat kenyataan yg ada dgn janji mereka dulu…
Tapiii…begitulah nyatanya…
Mudahan Tuhan bisa menegur mereka dgn lemah lembut….
October 19, 2008 at 5:23 am
Ngomongin DPR ya… Saya juga bingung dengan “tingkah laku” orang DPR (gak semuanya) kenapa janji mereka waktu kampanye banyak yang nggak di tepati? seandainya orang DPR punya rasa malu kayak orang jepang. Pasti kasus-kasus di senayan bisa berkurang.
October 19, 2008 at 8:47 am
@ al hakim –> karena orang indonesia gak punya kemaluan [bhs indonesia versi madura untuk kata benda malu]
akhirnya dikau nongol juga
October 19, 2008 at 9:25 am
sebuah cita-cita yang sama,
“pendidikan gratis 12 tahun dan
kesehatan gratis untuk rakyat Indonesia”
politik oh politik,
janji dan janji saja…
tapi, nasib bangsa ini tak terlepas dari “peran” kita bukan???
hmm, apa kabar nich?
October 19, 2008 at 2:44 pm
kita kan biasa impor
impor ekonomi
impor beras
impor moneter
impor beras
dan tak ketinggalan
impor politik
October 20, 2008 at 10:52 am
Pusing liat caleg sekarang… suka aneh aneh
Den, kapan bisa ngobrol lagi
October 20, 2008 at 1:09 pm
Pilih yang benar-benar bisa mempelopori kemajuan di negeri, jangan dipilih kalau perlu di beberkan siapa yang hanya bisa menjadi tukang sedot duit pajak dari para masyarakat.
October 20, 2008 at 2:55 pm
2009 saya sudah ikut pemilu…
muak pula saya liat para “calon presiden & wakil rakyat” yang mengiklankan kan diri mereka di TV…
tak bisa saya bayangkan seberapa besar budget yang mereka keluarkan hanya untuk sekedar nampang di TV!!!!
gak pantas wakil rakyat menghambur2kan uang semacam itu..
sementara di luar sini..
semoga siapapun presiden yang menduduki istana negara nanti…
bisa memperbaiki sistim pendidikan yang amburadul dan sudah tercemar oleh uang2 kotor!!!
SMILE….
apa kabar saudara???
semoga Mr.cantigi di sana baik-baik saja…
October 21, 2008 at 1:53 pm
[...] friend, memories, menulis, pro-kontra, religi, renungan Membaca postingan Mas Deni tentang para politikus kita jadi ingat pengalaman ketika menjaga ibu di Rumah Sakit. *** “Bi… ngambil uang di ATM, uangnya [...]
October 27, 2008 at 12:00 pm
ada yang bilang golput itu pengecut (seorang kepala pemerintahan tk. II di daerah saya yang mengatakan itu) *lho*, kenyataanya setiap orang yang memiliki hak suara ikut bertanggungjawab akan tindak-tanduk sang penguasa yang dipilih, secara ekstrimnya “kenapa kamu milih orang yang tidak jelas ujung pangkalnya itu menjadi seorang wakil rakyat ?”, yang sulit saat sekarang ini adalah seorang pemimpin yang amanah menjalankan aspirasi-aspirasi rakyat (seperti yang mas deni ungkapkan diatas), yang hanya mengumbar janji (didaerah saya ada lho mas, yang menjanjikan hal-hal semacam itu, pendidikan gratis bagi yg tidak mampu, serta biaya kesehatan yang diper-ringan hingga 70%), saat belum terpilih dengan semangat mengatakan itu semua, saat sudah terpilih? nonsens, hanya umbar janji semata, tidak amanah…
October 29, 2008 at 6:08 pm
Ya, optimis, selalu yakin bahwa perubahan menuju yang lebih baik itu selalu terbuka
.
Btw, skeptis, rambut klimis, sedikit berkumis… *kabur diam-diam ah*